CrispyDesportare

Susul Sinner, Sabalenka Tersingkir Tragis dari French Open

Roland Garros 2026 resmi melahirkan juara baru! Setelah Jannik Sinner angkat koper, kini giliran ratu tenis dunia Aryna Sabalenka yang tumbang secara dramatis di tangan petenis kidal usia 22 tahun.

WWW.JERNIH.CO –  Lapangan tanah liat Paris seperti tak berpihak pada unggulan pertama. Usai Sinner tersingkir di tunggal pria, kini di tunggal wanita pun sama. Dunia tenis dibuat terperangah setelah petenis nomor satu dunia dan favorit utama juara, Aryna Sabalenka, tersingkir secara tragis di babak perempat final Roland Garros 2026.

Sabalenka harus mengepak koper lebih awal setelah ditumbangkan oleh petenis muda non-unggulan asal Rusia, Diana Shnaider, lewat pertandingan tiga set yang penuh drama dengan skor akhir 3-6, 7-5, 6-0.

Pada awal pertandingan, Sabalenka tampak akan melenggang mudah ke babak semifinal. Di set pertama, petenis Belarusia tersebut tampil sangat dominan dengan pukulan-pukulan baseline yang bertenaga, menutup set dengan keunggulan 6-3.

Memasuki set kedua, tanda-tanda kemenangan Sabalenka semakin nyata ketika ia unggul jauh dengan skor 4-1, bahkan sempat berada di posisi memegang servis untuk mengunci kemenangan pada kedudukan 5-4.

Namun, di sinilah titik balik yang luar biasa terjadi. Shnaider menolak menyerah, mematahkan servis Sabalenka, dan merebut set kedua dengan skor 7-5.

Kejutan sesungguhnya terjadi di set penentu. Sabalenka seperti kehilangan jiwanya di lapangan. Ia mengalami kolaps mental dan teknis yang luar biasa, sementara Shnaider bermain tanpa cela.

Sabalenka “dicukur habis” tanpa diberi kesempatan meraih satu game pun, menutup set ketiga dengan skor telak 6-0 (atau yang biasa disebut bagel di dunia tenis). Total, Shnaider merebut 10 game berturut-turut sejak akhir set kedua hingga akhir pertandingan.

Setelah gagal memanfaatkan momen servis untuk memenangkan pertandingan di set kedua, mental Sabalenka tampak goyah. Ia mulai berteriak frustrasi, mengomel sendiri, dan memandangi boks pelatihnya dengan tatapan putus asa—kembali memicu memori kekalahannya di final tahun lalu melawan Coco Gauff.

Sabalenka mencatatkan 57 unforced errors (kesalahan sendiri) sepanjang laga, berbanding jauh dengan Shnaider yang hanya melakukan 27 kesalahan. Pukulan-pukulan keras Sabalenka yang biasanya menghasilkan poin justru melebar atau tertahan di net akibat terburu-buru.

Lapangan Court Philippe-Chatrier hari itu sangat berangin. Sabalenka kesulitan mengontrol akurasi pukulannya dalam kondisi tersebut, sementara lawannya mampu beradaptasi dengan jauh lebih baik.

Bagi sebagian pencinta tenis kasual, nama Diana Shnaider mungkin terdengar asing, namun ia adalah salah satu petenis muda kidal (southpaw) paling berbakat saat ini.

Petenis berusia 22 tahun asal Rusia ini terkenal dengan gaya ikoniknya yang selalu mengenakan bandana saat bertanding. Shnaider memiliki latar belakang tenis universitas di AS (NC State) dan menunjukkan progres peringkat yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir.

Di Roland Garros 2026, ia datang sebagai unggulan ke-25 dan sukses mencatatkan kemenangan terbesar dalam kariernya dengan menumbangkan peringkat 1 dunia untuk melaju ke semifinal Grand Slam pertamanya.

Dengan gugurnya Aryna Sabalenka, Roland Garros 2026 dipastikan akan melahirkan juara baru Grand Slam di sektor tunggal putri. Hal ini dikarenakan nama-nama besar dan para mantan juara seperti Iga Swiatek, Elena Rybakina, hingga sang juara bertahan Coco Gauff sudah lebih dulu bertumbangan di babak-babak awal.

Diana Shnaider (Rusia) akan menantang kejutan besar lainnya, yaitu Maja Chwalinska. Petenis Polandia ini merangkak dari babak kualifikasi dan berhasil menembus semifinal setelah mengalahkan Anna Kalinskaya.

Lalu ada Marta Kostyuk (Ukraina), petenis yang bermain luar biasa setelah menumbangkan juara bertahan 4 kali, Iga Swiatek.

Yang tertinggal hanyalah Elina Svitolina (Ukraina) atau Mirra Andreeva (Rusia) yang  bertarung di slot perempat final lainnya untuk mengamankan tiket semifinal.

Tanpa adanya satu pun pemain berstatus mantan juara Grand Slam yang tersisa, babak akhir French Open 2026 kali ini menjanjikan drama baru yang sangat sulit tebak siapa yang akan mengangkat trofi Suzanne Lenglen pada akhir pekan nanti.(*)

BACA JUGA: Jannik Sinner Kolaps dan Tumbang di Babak Kedua French Open 2026

Back to top button