Crispy

AS Bebaskan 22 Kru Kapal Iran, Dievakuasi Lewat Pakistan

JERNIH – Pemerintah Pakistan mengonfirmasi bahwa 22 kru kapal peti kemas Iran, MV Touska, yang sebelumnya disita oleh pasukan Amerika Serikat, telah dievakuasi ke wilayah Pakistan untuk proses repatriasi (pemulangan). Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya pembangunan kepercayaan (confidence-building measure) guna meredam ketegangan di kawasan.

Kementerian Luar Negeri Pakistan menyatakan bahwa para kru diterbangkan ke Pakistan pada Minggu malam dan dijadwalkan akan diserahkan kepada otoritas Iran pada hari ini, Senin (04/05/2026).

Kapal MV Touska disergap dan disita oleh pasukan AS pada 19 April lalu di lepas pantai Pelabuhan Chabahar, Teluk Oman. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengeklaim penyitaan dilakukan karena kapal milik perusahaan IRISL—yang terkena sanksi AS—tersebut dianggap melanggar blokade laut dan mengabaikan peringatan selama enam jam.

“Penyerahan kembali MV Touska ke pemilik aslinya sedang diproses setelah kapal tersebut dicegat bulan lalu karena mencoba melanggar blokade laut terhadap Iran,” ujar juru bicara CENTCOM, Kapten Tim Hawkins.

Meski perang AS-Israel melawan Iran yang pecah Februari lalu sempat terhenti karena gencatan senjata yang dimediasi Pakistan empat minggu lalu, konfrontasi laut masih kerap terjadi. Islamabad kini kembali mengambil peran kunci untuk menstabilkan situasi.

“Kapal Iran tersebut juga akan dibawa kembali ke perairan teritorial Pakistan untuk dikembalikan ke pemiliknya setelah perbaikan yang diperlukan,” bunyi pernyataan resmi Islamabad. Pakistan menyambut baik langkah AS ini dan berkomitmen terus memfasilitasi dialog demi perdamaian regional.

Selain 22 kru kapal, enam penumpang lainnya telah lebih dulu dipulangkan melalui negara kawasan lain pada pekan lalu. Media pemerintah Iran mengidentifikasi keenam orang tersebut sebagai anggota keluarga dari beberapa kru kapal.

Sebelumnya, Iran mengecam keras penyitaan ini dan menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional, seraya menuntut pembebasan segera seluruh awak dan keluarganya.

Pengumuman repatriasi ini muncul di tengah ancaman baru dari militer Iran. Pada Senin ini, Teheran menegaskan akan menyerang pasukan AS jika mereka mencoba mendekati atau memasuki Selat Hormuz.

Ancaman ini merupakan respons terhadap pengumuman Presiden Donald Trump mengenai misi angkatan laut bernama “Project Freedom”, yang bertujuan untuk “memandu” kapal-kapal yang terdampar keluar dari jalur pelayaran vital tersebut.

Back to top button