Crispy

JD Vance Kecam Brutalitas Zionis: Israel Tidak Bisa Menyelesaikan Masalah Keamanan dengan Membunuh!

JERNIH — Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, melontarkan kritik keras dan menohok terhadap rezim Israel yang terus merongrong sekutunya untuk memperpanjang perang. Pernyataan ini menjadi salah satu sikap paling keras dari pemerintahan Donald Trump terhadap sekutu dekatnya tersebut di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah.

Dalam wawancara eksklusif bersama The New York Times, Vance menanggapi protes keras dari para menteri sayap kanan Israel, termasuk Bezalel Smotrich dan Itamar Ben-Gvir, yang menolak Nota Kesepahaman (MoU) penghentian perang antara AS-Israel dengan Iran.

Dengan nada geram, Vance langsung mempertanyakan kegilaan militer rezim Tel Aviv. “Tanggapan saya untuk mereka (Israel) adalah: Apa proposal pasti Anda? Anda adalah negara dengan sembilan juta penduduk. Anda tidak bisa begitu saja membunuh jalan keluar Anda (kill your way out) untuk menyelesaikan setiap masalah keamanan nasional yang Anda miliki,” kecam Vance dengan frontal.

Vance juga mendesak Israel untuk membiarkan proses negosiasi berjalan dan menuntut rezim tersebut menghormati AS yang telah menjadi mitra luar biasa bagi pemerintah Israel selama ini.

Sikap keras Vance menyusul teguran serupa yang dilayangkan Presiden AS Donald Trump sehari sebelumnya dari KTT G7 di Prancis. Trump secara terbuka mengkritik aturan pelibatan militer (rules of engagement) Israel di Lebanon Selatan yang terus memakan korban jiwa warga sipil dalam jumlah yang mengerikan. Rezim zionis dinilai kerap melakukan pengeboman brutal tanpa pandang bulu.

“Terlalu banyak orang yang terbunuh,” ketus Trump dari arena KTT G7 di Prancis. “Anda tidak harus meruntuhkan seluruh gedung apartemen setiap kali Anda mencari seseorang, karena ada banyak orang di dalam gedung apartemen itu, dan mereka semua bukanlah Hizbullah,” semprot Trump kepada militer Israel.

Agresi militer dan pendudukan Israel yang berkepanjangan di Lebanon Selatan selama ini dinilai pengamat internasional sengaja dirancang untuk menggagalkan kesepakatan damai jangka panjang demi ambisi perang rezim tersebut.

AS Klaim Kemenangan Mutlak Atas Kesepakatan Damai

Di tengah sabotase retorika dari Israel, pemerintahan Trump berkukuh mempertahankan MoU dengan Iran yang ditandatangani bersama oleh Presiden Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Melalui konferensi pers lanjutan, Vance menegaskan bahwa kesepakatan ini membuka kembali Selat Hormuz, mencabut blokade angkatan laut AS di pelabuhan Iran, dan menghentikan pertempuran di semua lini, termasuk Lebanon.

Pihak Gedung Putih mengklaim AS tetap memenangkan perang ini karena telah berhasil melumpuhkan kapasitas strategis Teheran sebelum negosiasi dimulai. Pemerintahan Trump berhasil mendegradasi kapasitas nuklir Iran secara signifikan. Militer konvensional Iran berhasil dipukul mundur dan dilemahkan sementara sanksi ekonomi terukur berhasil melemahkan stabilitas finansial internal Iran.

“Jika Iran tidak mengubah perilaku mereka, militer dan program nuklir mereka tetap hancur. Jika mereka berubah, maka mereka akan memiliki hubungan yang transformatif dengan Timur Tengah,” tambah Vance.

Back to top button