Crispy

Pilot Wanita Pertama Penerbangan Sipil Wafat Terpapar Covid-19

Di mata kawan-kawannya Capt Indah Yuliani dikenal sebagai sosok yang dedikatif serta memegang komitmen dalam menjalankan tugas.

JERNIH-Dunia penerbangan Indonesia tengah berduka. Indah Yuliani, kapten pilot wanita pertama untuk penerbangan sipil di Indonesia, tutup usia pada usia 61 tahun karena terinfeksi Covid-19.

“Ikatan Pilot Indonesia (IPI) merasa sangat kehilangan dengan wafatnya Almarhumah Capt Indah Juliani (Cipluk),” tulis Ketua Dewan Etik IPI Capt Noor Wahjudie lewat pesan singkat, pada Sabtu (12/9/2020).

“Rekan-rekan kerjanya mengenal Almarhumah sebagai figur yang berdedikasi dan committed terhadap tiap tugasnya,” kata Noor Wahjudie menambahkan.

Noor Wahjudie mengenang Indah yang akrab disapa Cipluk, sebagai pribadi yang lembut dan kalem.

“Di balik penampilannya yang tomboi, sebenarnya Almarhumah adalah pribadi yang lembut dan kalem,” kata Noor Wahjudie lebih lanjut.

Bagi IPI Indah tak sekadar karena pilot senior. IPI menilai Indah adalah sosok yang inspiratif bagi perempuan untuk mengembangkan potensi diri.

“Kami menghormati Almarhumah bukan hanya dalam kapasitasnya sebagai pilot senior. Tapi juga perannya dalam meng-encourage para wanita untuk mengembangkan potensinya secara penuh,” kata Noor Wahjudie.

Noor Wahjudie menjelaskan Indah meninggal dunia pada Jumat (11/9). Jenazahnya dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta Timur (Jaktim).

“Selamat jalan, sahabatku. Damai dan berbahagialah di sisi-Nya,” ujar Noor Wahjudie.

Di media sosial beredar rekaman percakapan via WhatsApp yang dibagikan Noor Wahjudie, dimana dalam WhatsApp tersebut Indah mengatakan dirinya tak pernah merasakan gejala Covid-19 pada dirinya. Indah juga sempat melakukan tes PCR swab dan hasilnya negatif.

Namun ketika menjalani swab yang kedua kalinya hasilnya dinyatakan positif

“PCR kedua langsung positif,” cerita Indah.

Indah bahkan sempat berpesan kepada rekan-rekan pilot untuk menjaga kesehatan.

“Jadi untuk teman-teman, jangan pernah bilang kita baik-baik saja. Hikmahnya buat saya, Allah masih sayang saya, masih dikasih kesempatan bertahan sampai kemarin (8/9) malam ventilator baru lepas,” tulis Indah sebelum wafat. (tvl)

Back to top button