Crispy

Red Hot Chili Peppers Jual Katalog Master ke Warner Music Senilai Rp 5,19 Triliun

Jejak langkah Bob Dylan dan Bruce Springsteen diikuti oleh Red Hot Chili Peppers. Band funk-rock legendaris ini resmi melepas hak rekaman master mereka ke Warner Music Group dalam kesepakatan bernilai fantastis.

WWW.JERNIH.CO –  Legenda funk-rock asal California, Red Hot Chili Peppers (RHCP), baru saja mengukir sejarah baru dalam industri musik. Band yang digawangi oleh Anthony Kiedis, Flea, Chad Smith, dan John Frusciante ini telah menjual katalog musik rekaman mereka kepada Warner Music Group dengan nilai yang fantastis, yakni kurang lebih Rp 5,19 triliun.

Angka ini menempatkan RHCP dalam jajaran elit musisi yang berhasil memonetisasi karya seumur hidup mereka dengan nilai triliunan rupiah, menyusul langkah musisi legendaris lainnya seperti Bob Dylan dan Bruce Springsteen.

Apa itu katalog musik yang RHCP jual?

Dalam industri musik, ada dua jenis hak cipta utama: hak penerbitan (songwriting/publishing) dan hak rekaman master (recorded music).

Pada tahun 2021, RHCP sebenarnya sudah menjual hak penerbitan mereka kepada Hipgnosis senilai 140-150 juta dolar AS. Namun, kesepakatan terbaru dengan Warner Music ini berfokus pada katalog rekaman master mereka.

Berikut adalah rincian apa yang mereka jual:

Master Recordings: Ini adalah kepemilikan atas rekaman asli dari lagu-lagu mereka. Siapa pun yang memiliki “master” berhak mendapatkan royalti setiap kali lagu tersebut diputar di platform streaming (seperti Spotify atau Apple Music), dibeli secara fisik/digital, atau diputar di radio.

Hak Lisensi (Sync Rights): Warner kini memiliki kendali penuh untuk mengizinkan lagu-lagu ikonik seperti “Under the Bridge”, “Californication”, atau “Give It Away” digunakan dalam film, iklan komersial, hingga video game.

Cakupan Album: Kesepakatan ini mencakup mayoritas diskografi mereka yang sangat luas, termasuk album-album terlaris di bawah naungan Warner sejak tahun 1991, seperti Blood Sugar Sex Magik, By the Way, hingga album terbaru mereka.

Warner Music Group tidak sembarangan mengeluarkan dana sebesar Rp 5,19 triliun. Katalog RHCP dianggap sebagai “aset emas” karena beberapa alasan:

Katalog musik RHCP dilaporkan menghasilkan pendapatan sekitar Rp 449,8 miliar setiap tahunnya. Musik RHCP tetap relevan bagi pendengar muda melalui streaming, memastikan aliran royalti yang konsisten dalam jangka panjang.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, hak kekayaan intelektual (HAKI) dalam bentuk musik dianggap sebagai aset yang jauh lebih stabil dibandingkan saham atau komoditas lainnya.

Langkah ini tentu saja menandai tren besar di mana musisi veteran memilih untuk “mencairkan” warisan mereka di masa sekarang demi menjamin keamanan finansial keluarga dan ahli waris mereka di masa depan, daripada menunggu royalti yang masuk secara bertahap selama puluhan tahun.

Bagi penggemar, meski kepemilikan berpindah tangan, karya-karya enerjik dari Red Hot Chili Peppers akan tetap abadi dan terus bergema di seluruh dunia. RHCP sebenarnya masih terbilang aktif sebagai sebuah band. Namun di tahun 2025 memang tak menggelar tur konser seperti pada era 2022 hingga 2024. Pada kurun tersebut rangkaian konser yan dijuluki Unlimited Love Tour secara total meraup pendapatan kotor sekitar Rp 6,7 triliun dari 119 pertunjukan di seluruh dunia. (*)

BACA JUGA: Taylor Swift Pemusik Terkaya Sejagad versi Forbes

Back to top button