Desportare

Ribuan Fans Sepakbola Italia Berduka Saat Paolo Rossi Dikuburkan

Paolo Rossi, pahlawan Italia dalam Piala Dunia 1982, meninggal dunia pada usia 64 tahun.

JERNIH—Baru saja dunia berduka oleh kepergian striker terkenal dan ikon Argentina, Diego Maradona, akhir bulan lalu, Kamis (10/12) lalu saluran TV Italia RAI Sport, tempat mantan pesepakbola Paolo Rossi bekerja sebagai pakar, mengatakan pada hari itu “Pablito” telah meninggal karena “penyakit yang tidak dapat disembuh-kan.”

“Berita yang sangat menyedihkan: Paolo Rossi telah meninggalkan kita,”cuit presenter RAI Sport, Enrico Varriale. “Pablito yang tak terlupakan, yang membuat kami semua jatuh cinta pada musim panas 1982 dan merupakan rekan kerja yang berharga dan kompeten di RAI selama beberapa tahun terakhir.”

Penguburan Rossi

Istri Rossi, Federica Cappelletti, memposting foto diri dan suaminya di Instagram https://www.instagram.com/p/CImGNuGpSAk bersama dengan tulisan “per sempre”- “selamanya”. “Tidak akan pernah ada orang sepertimu, unik, spesial …” Cappelletti menulis dalam bahasa Italia di Facebook.

Federasi sepak bola Italia (FIGC) mengatakan akan mengibarkan bendera setengah tiang di kantor pusatnya di Roma, serta di Florence. “Kematian Pablito adalah momen lain dari rasa sakit yang dalam, luka di hati semua penggemar yang sulit disembuhkan. Kami kehilangan seorang teman dan ikon sepak bola kami,”kata Presiden FIGC Gabriele Gravina.

Nama Paolo Rossi terkait erat dengan kostum biru—kostum tim nasional Italia, dan gaya permainannya menginspirasi banyak striker generasi setelahnya.

Rossi memenangkan dua gelar Serie A, satu Piala Eropa dan satu Coppa Italia bersama Juventus tetapi akan dikenang karena menerangi Piala Dunia 1982 di Spanyol dengan enam gol. Pada 1982 itu, manakala sebagai pahlawan Italia ia dibanding-bandingkan dengan ikon sepakbola generasi sebelumnya asal Brasil, Pele, Rossi menjawab lantang,” Aku bukan Pele, aku Paolo Rossi!”

Pilihannya di skuad Italia datang setelah larangan dua tahun karena skandal pengaturan pertandingan dan awalnya dikritik oleh para pakar, yang menganggapnya tidak bisa bermain bagus. Penyepelean itu dijawab Rossi ketika dia mencetak salah satu hattrick hebat Piala Dunia saat Italia melawan Brasil.

Kemenangan Italia 3-2 dalam pertemuan klasik di fase grup kedua membuat mereka mendapat tempat di semifinal melawan Polandia, di mana Rossi sekali lagi menjadi pahlawan. Dia menenggelamkan Polandia dengan dua gol dalam kemenangan 2-0 yang membawa timnya ke penentu Piala Dunia melawan Jerman Barat. [ ]

Back to top button