Targetkan Anak-anak, Bom Klaster Israel Berbentuk ‘Bola Sepak’ Bertebaran di Lebanon Selatan

JERNIH — Di tengah gelombang kembalinya warga pengungsi ke wilayah Lebanon Selatan pasca-kesepakatan damai AS-Iran, sebuah ancaman mematikan yang sangat keji kini mengintai anak-anak mereka. Warga setempat digegerkan oleh temuan bom klaster (cluster bomb) yang belum meledak dengan bentuk menyerupai bola sepak kecil.
Foto objek yang diduga kuat sebagai bom jebakan (booby-trap) tersebut diambil di kota Doueir, Lebanon Selatan, dan langsung viral di media sosial. Pihak Angkatan Darat Lebanon mengonfirmasi kepada media The New Arab per Juni 2026 ini bahwa otoritas militer sedang melakukan investigasi mendalam terkait temuan berbahaya tersebut.
Direktur Eksekutif Patriotic Vision Association sekaligus perwakilan PBB, Mohamad Safa, mengecam keras temuan ini melalui platform X. Ia menyebut taktik culas ini mengingatkan kembali pada rekam jejak panjang kekejaman Israel yang kerap menyamarkan bom sebagai mainan. “Saat saya berusia 6 tahun, Israel menjatuhkan bom yang menyamar sebagai mainan di Lebanon,” tulis Safa di akun X miliknya.
“Monster teroris macam apa yang tega meninggalkan bom klaster berkedok bola sepak di tengah momentum demam Piala Dunia, sengaja memikat anak-anak untuk memainkannya agar tubuh mereka hancur tercabik-cabik? Fakta bahwa dunia bungkam atas hal ini sangatlah memuakkan,” kecam Safa dengan nada geram.

Praktik menyamarkan peledak maut menjadi objek sehari-hari anak-anak bukanlah barang baru bagi militer Israel (IDF). Berbagai lembaga kemanusiaan mencatat taktik ini terus berulang. Pada November 2025), otoritas kesehatan di Gaza sempat melaporkan pasukan Israel meninggalkan bahan peledak yang disamarkan dalam bentuk boneka, beruang madu (teddy bears), dan mainan anak-anak di antara puing-puing bangunan yang hancur.
Sementara pasca-perang 2006, PBB mengonfirmasi ada ratusan situs bom klaster Israel di Lebanon Selatan. Laporan Reuters dari Bint Jbeil saat itu mendokumentasikan bom klaster berbentuk “bola hitam kecil” di dekat rumah warga yang bisa meledak hanya dengan sekali tendang oleh anak-anak.
Bom klaster adalah jenis senjata terlarang yang melepaskan ratusan bom kecil (bomblets) dalam sekali luncur. Ironisnya, banyak dari bom kecil ini tidak langsung meledak saat jatuh (unexploded ordnance), melainkan bertindak layaknya ranjau darat yang aktif selama bertahun-tahun.
Kini, surat kabar lokal Lebanon Annahar bersama para aktivis kemanusiaan gencar mengeluarkan peringatan darurat kepada warga yang baru kembali ke rumah mereka.
Orang tua diminta secara ketat mengawasi anak-anak mereka agar tidak menyentuh, mendekati, atau menendang objek apa pun yang menyerupai bola, boneka, atau mainan asing di ladang maupun di jalanan, dan segera melaporkannya ke Angkatan Darat Lebanon.






