Crispy

Presiden Rusia Sampaikan Belasungkawa ke Jokowi atas Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air

“Terimalah belasungkawa yang tulus atas meninggalnya penumpang dan awak pesawat yang jatuh di dekat pantai Jawa”

JAKARTA – Presiden Rusia , Vladimir Putin, menyampaikan belasungkawa atas kecelakaan yang menimpa pesawat Sriwijaya Air SJ-182 tujuan Jakarta – Pontianak yang diperkirakan jatuh di sekitar perairan Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, pukul 14.39 WIB, Sabtu (9/1/2021).

Ucapan belasungkawa tersebut disampaikan Putin dalam pesan telegram kepada Presiden Indonesia, Joko Widodo.

‚ÄúTerimalah belasungkawa yang tulus atas meninggalnya penumpang dan awak pesawat yang jatuh di dekat pantai Jawa. Mohon sampaikan kata-kata belas kasih dan dukungan kepada kepada kerabat dan keluarga korban,” kata Putin, dilansir salah satu kantor berita terbesar di Rusia, TASS pada Minggu (10/1/2021).

Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182 jatuh di perairan laut Jawa. Dimana total penumpang sekitar 50 orang bersama 12 kru.

“(Penumpang) terdiri atas 40 dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi,” ujar Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Sementara Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Sus Aidil, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (9/1/2021), mengatakan informasi hilangnya pesawat Sriwijaya Air SJ -182 tujuan Jakarta – Pontianak ini langsung direspon Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dengan mengerahkan kekuatan personel dan Alutsista dalam operasi pencarian dan pertolongan.

“Dalam operasi ini rencananya TNI akan mengerahkan personel Satuan Komando Kewilayahan (Satkowil) Kodam Jaya, 4 KRI TNI AL, Personel Intai Amphibi (Taifib), dan Detasemen Jalamangkara (Denjaka) yang bergerak bersama Badan SAR Nasional (Basarnas),” ujarnya.

Sedangkan TNI Angkatan Udara, mulai pagi ini, Minggu (10/1/2021) langsung mengerahkan 1 Heli Super Puma Nas-332, EC-752 Caracal, Fix Wing Boeing 737 Intai Maritim, dan CN- 295, 1 Heli Dauphin HR 3604 milik Basarnas dan Personel SAR dari Korphaskas.

“Dalam pelaksanaan operasi personel dari TNI berada di bawah Koordinasi
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dan saat ini tengah bertolak ke titik koordinat hilangnya kontak pesawat tersebut,” kata dia.

Untuk batas waktu pencarian, TNI AU menargetkan maksimal selama tujuh hari. Menurutnya, waktu tujuh hari tersebut bisa saja bertambah ataupun berkurang melihat kondisi terkini pencarian. [Fan]

Back to top button