Jannik Sinner Kolaps dan Tumbang di Babak Kedua French Open 2026

Jannik Sinner, sang petenis nomor satu dunia, harus angkat koper lebih awal setelah dihantam kram parah dan cuaca ekstrem. Sempat memimpin 5-1, Sinner dipaksa menyerah oleh petenis Argentina.
WWW.JERNIH.CO – Gelaran French Open 2026 menghadirkan salah satu kejutan paling dramatis dalam sejarah turnamen. Petenis nomor satu dunia sekaligus favorit utama juara, Jannik Sinner, secara mengejutkan tersingkir di babak kedua Roland Garros.
Langkah bintang asal Italia itu dihentikan oleh petenis non-unggulan asal Argentina, Juan Manuel Cerundolo, melalui pertarungan lima set yang melelahkan pada Kamis (28/5/2026) waktu setempat.
Sinner, yang datang ke Paris dengan rekor 30 kemenangan beruntun sejak Februari, awalnya diprediksi akan menang mudah. Namun, ia harus menyerah dengan skor akhir 3-6, 2-6, 7-5, 6-1, 6-1 dalam laga yang berlangsung selama 3 jam 36 menit di Court Philippe-Chatrier.

Pada dua set pertama, Sinner tampil sangat superior dan mendominasi jalannya pertandingan. Permainan agresif dari garis belakang (baseline) dan servis kerasnya membuat Cerundolo tidak berkutik. Sinner merebut dua set awal dengan cepat, 6-3 dan 6-2.
Bahkan pada set ketiga, Sinner sudah memimpin jauh 5-1 dan tinggal membutuhkan satu gim lagi untuk membungkus kemenangan. Namun, di titik inilah malapetaka dimulai. Sinner tiba-tiba mengalami kram parah dan gejala kelelahan akibat cuaca panas ekstrem di Paris yang mencapai 33–35°C.
Sinner kehilangan 15 poin beruntun, sempat meminta medical timeout, dan kedapatan mengeluh pusing serta mual. Setelah momen itu, pergerakan Sinner lumpuh total. Ia tidak bisa mengejar bola dengan bebas dan hanya mengandalkan pukulan drop shot atau taktik serve-and-volley untuk mempersingkat poin.
Di sisi lain, Juan Manuel Cerundolo memanfaatkan momentum ini dengan sangat klinis. Sebagai spesialis lapangan tanah liat (clay-court), petenis kidal berperingkat 56 dunia ini tetap tenang. Pukulan forehand top-spin berat milik Cerundolo terus memaksa Sinner berlari. Cerundolo berhasil membalikkan keadaan di set ketiga menjadi 7-5, lalu menyapu bersih set keempat dan kelima dengan skor kembar 6-1, seiring habisnya sisa energi sang petenis nomor satu dunia.
Ada dua faktor krusial yang membuat Sinner gagal mengonversi keunggulannya menjadi kemenangan. Pertama kondisi fisik dan cuaca ekstrem (Heat Illness). Suhu udara Paris yang menyengat di siang hari menguras fisik Sinner secara drastis. Sinner memiliki riwayat kesulitan bermain di bawah cuaca yang sangat panas, dan tubuhnya benar-benar menyerah akibat kram serta dehidrasi di pertengahan set ketiga.
Kedua, faktor kelelahan akumulatif di mana Sinner bermain tanpa henti sepanjang musim 2026 dengan menjuarai lima turnamen Masters 1000 secara beruntun. Jadwal padat ini akhirnya memicu kelelahan otot yang puncaknya terjadi di Roland Garros.
Meskipun hasil ini sangat memukul batin Sinner karena terjadi saat ia berada di puncak performanya, ini bukanlah rekor terburuknya sepanjang karier di Grand Slam.

Tersingkir di babak kedua memang menyamai catatan buruknya di French Open 2023 (saat ia kalah dari Daniel Altmaier). Namun, jika melihat seluruh penampilannya di level Major, rekor terburuk Sinner terjadi pada awal kariernya, di mana ia pernah langsung tersingkir di babak pertama US Open 2020 dan Australian Open 2021.
Sebelum turnamen dimulai, Carlos Alcaraz—juara bertahan dua kali—sudah menyatakan mundur dari French Open 2026 akibat cedera pergelangan tangan kanan yang belum pulih. Dengan absennya Alcaraz dan tumbangnya Sinner, peta persaingan tunggal putra kini menjadi sangat terbuka lebar (wide open).
Beberapa nama yang kini sangat diharapkan dan berpeluang besar untuk mengangkat trofi Coupe des Mousquetaires antara lain; Novak Djokovic sang legenda hidup kini memiliki jalur yang lebih terbuka untuk memburu gelar Grand Slam ke-25 dalam kariernya.
Juga Alexander Zverev, petenis Jerman ini dinilai memiliki momentum terbaik untuk menyudahi puasa gelar Grand Slam-nya di atas lapangan tanah liat Paris.
Lantas Casper Ruud, sebagai spesialis lapangan tanah liat yang sudah berpengalaman menjadi finalis di Roland Garros, Ruud menjadi salah satu favorit kuat yang tersisa di bagan undian.(*)
BACA JUGA: Edisi ke-125 Roland Garros Dimulai Grand Slam Berhadiah Rp1,26 Triliun






