Crispy

Anwar Ibrahim Turunkan Harga Solar Subsidi Bagi Warga Malaysia Mulai Juli 2026

JERNIH — Di tengah sengkarut krisis pasokan minyak mentah dunia akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah, Pemerintah Malaysia justru mengambil langkah berani. Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, resmi mengumumkan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis diesel atau solar bersubsidi menjadi RM2,10 per liter (setara Rp9.062 per liter) yang akan berlaku mulai Juli 2026 mendatang.

Kebijakan populis ini memangkas harga solar subsidi saat ini yang berada di angka RM2,15 per liter (sekitar Rp9.278 per liter). Pengumuman segar bagi dompet warga Negeri Jiran ini disampaikan langsung oleh Anwar melalui akun media sosial resminya.

“Saat dunia masih bergulat dengan krisis pasokan global, Kerajaan Madani memilih untuk memastikan bahwa hasil reformasi, investasi, dan pertumbuhan ekonomi negara dikembalikan kepada rakyat melalui penurunan harga solar bersubsidi,” tulis Anwar Ibrahim melalui akun Instagram @anwaribrahim_my, dikutip Selasa (23/06/2026).

Ada strategi ketat di balik penurunan harga ini. Kementerian Keuangan Malaysia menegaskan bahwa subsidi solar terbaru ini akan disalurkan secara seragam di seluruh negeri menggunakan mekanisme digital yang presisi, yaitu verifikasi MyKad (kartu identitas nasional elektronik warga Malaysia).

Langkah integrasi data ini sengaja diambil demi menutup rapat celah kebocoran anggaran negara. Selama ini, disparitas harga yang menganga antara solar subsidi dan harga keekonomian memicu maraknya aksi penyelundupan solar lintas perbatasan internasional.

Dengan kebijakan ini Warga Negara Malaysia dapat menikmati tarif murni subsidi sebesar RM2,10 per liter di seluruh SPBU via ketuk kartu MyKad. Sementara warga asing dan sektor non-subsidi wajib membeli solar dengan harga pasar murni tanpa ampun.

Kebijakan ini sekaligus menjadi momentum standardisasi harga bagi Malaysia. Saat ini, solar subsidi dijual RM2,15 per liter khusus di wilayah Sabah dan Sarawak, sementara kawasan Semenanjung Malaysia sudah dilepas ke harga pasar nonsubsidi sebesar RM4,37 per liter.

Melalui program baru per Juli 2026, harga pasar solar di Sabah dan Sarawak akan diselaraskan penuh dengan Semenanjung. Efeknya, seluruh warga non-Malaysia di wilayah Borneo tersebut otomatis tidak akan bisa lagi mencicipi fasilitas harga subsidi.

Sementara itu, bagi pengguna kendaraan bensin, Pemerintah Malaysia memilih untuk tidak mengusik tarif lama. Harga BBM jenis bensin RON 95 dipastikan tetap dikunci di angka RM1,99 per liter (sekitar Rp8.588 per liter)—menjadikannya salah satu yang paling kompetitif di Asia Tenggara saat ini.

Back to top button