CrispyDesportare

Mengukur Kekuatan Oman dan Peluang Indonesia Curi Kemenangan

Duel sengit bertajuk FIFA Matchday malam ini akan menjadi panggung pembuktian taktik baru Indonesia dan Oman. Simak analisis mendalam mengenai kekuatan rahasia skuad Al-Ahmar, rapor pertemuan historis kedua tim.

WWW.JERNIH.CO –  Timnas Indonesia akan menantang salah satu kekuatan mapan Timur Tengah, Oman, dalam laga uji coba resmi FIFA Matchday. Laga ini akan menjadi pembuktian bagi kedua tim yang sama-masing baru saja memulai era baru di bawah nakhoda anyar demi mempersiapkan diri menuju Piala Asia 2027.

Bagi skuad Garuda, pertandingan ini membawa misi emosional: memutus kutukan kelam tidak pernah menang atas Oman yang sudah bertahan selama 38 tahun.

Tim nasional Oman, yang dikenal dengan julukan Al-Ahmar (Si Merah), adalah kekuatan sepak bola yang tidak boleh dipandang sebelah mata di kawasan Teluk (GCC) dan Asia. Secara peringkat FIFA, Oman saat ini bertengger di posisi 79 dunia, unggul cukup jauh di atas Indonesia yang berada di peringkat 122.

Meskipun mereka belum pernah mencicipi panggung putaran final Piala Dunia, Oman adalah langganan peserta Piala Asia dan merupakan juara dua kali Piala Teluk (Gulf Cup) pada tahun 2009 dan 2017/2018. Sepak bola Oman dikenal melahirkan pemain-pemain dengan ketahanan fisik luar biasa, kedisiplinan taktik yang solid, dan teknik individu khas Timur Tengah yang luwes.

Kekuatan utama Oman terletak pada kolektivitas tim, namun ada beberapa nama kunci yang menjadi tulang punggung permainan mereka. Sebut saja     Harib Al-Saadi, gelandang veteran sekaligus kapten tim. Ia adalah metronom di lini tengah yang mengatur ritme permainan, memotong serangan lawan, sekaligus jembatan transisi.

Ada duo lini depan Muhsen Al-Ghassani dan Issam Al-Subhi yang memiliki pergerakan sangat cair dan insting gol tajam di dalam kotak penalti.

Kemudian  Salah Al-Yahyaei dan Abdulrahman Al-Mushaifri, dua pemain sayap lincah yang dibekali kecepatan tinggi serta kemampuan dribbling satu lawan satu untuk mengacak-acak pertahanan sayap lawan.

Ditambah Ali Al-Busaidi, bek kiri sarat pengalaman yang tidak hanya kokoh bertahan, tetapi juga aktif overlap memberikan umpan-umpan silang akurat.

Pertandingan malam ini menjadi debut bagi pelatih baru Oman asal Maroko, Tarik Sektioui, yang ditunjuk pada Maret 2026. Kehadiran Sektioui diprediksi membawa nuansa baru pada identitas bermain Oman.

Secara tradisional, Oman adalah tim yang sangat berbahaya dalam skema transisi cepat. Mereka tidak keberatan membiarkan lawan menguasai bola, lalu dengan disiplin blok pertahanan yang rapat, mereka merebut bola dan melancarkan serangan balik kilat lewat sektor sayap memanfaatkan kecepatan Al-Yahyaei atau Al-Mushaifri.

Di bawah Sektioui, Oman diperkirakan akan bermain lebih agresif, mengombinasikan kekuatan fisik khas Timur Tengah dengan kerapian taktik pressing modern ala Afrika Utara. Mereka juga dikenal sangat klinis memanfaatkan situasi bola mati (set piece).

Melihat rekam jejak sejarah, Indonesia sebenarnya sempat menunjukkan kedigdayaannya atas Oman di awal pertemuan pada akhir era 1980-an. Skuad Garuda sukses menyapu bersih dua laga awal dalam ajang King’s Cup dengan kemenangan meyakinkan, yakni unggul 2-0 pada 24 Februari 1987 dan menang telak 3-0 pada 18 Januari 1988.

Namun, setelah periode emas tersebut, peta kekuatan berbalik drastis dan Oman menjelma menjadi momok menakutkan yang sangat sulit ditaklukkan oleh Indonesia dalam tiga dekade berikutnya.

Dominasi Oman dimulai ketika mereka membungkam Indonesia 0-1 dalam laga persahabatan tahun 2007, yang kemudian berlanjut pada babak Kualifikasi Piala Asia 2011 di mana skuad Garuda hanya mampu menahan imbang tanpa gol di Muscat sebelum akhirnya takluk 1-2 saat menjamu Oman di Jakarta pada awal 2010.

Pertemuan terakhir kedua tim terjadi di era pelatih Shin Tae-yong pada 29 Mei 2021 dalam laga persahabatan di Uni Emirat Arab, yang kembali berakhir dengan kekalahan 1-3 bagi Indonesia. Secara keseluruhan, dari enam pertemuan resmi yang sudah dilakoni, Indonesia mencatatkan dua kali kemenangan, satu hasil imbang, dan menelan tiga kali kekalahan dari Al-Ahmar.(*)

BACA JUGA: Mimpi Piala Dunia 2026 Pupus: Timnas Indonesia Takluk 0-1 dari Irak

Back to top button