CrispyVeritas

[Locavore] Mengenal Singkong, Talas, dan Ubi Jalar Sebagai Sumber Energi Asli Indonesia

  • Bagi sebagian masyarakat Indonesia, singkong adalah makanan pokok selama bertahun-tahun.
  • Ubi jalar sejak dulu menjadi penahan lapar paling efektif. Kini, ubi jalar adalah makanan bagi mereka yang diet sehat.

JERNIH — Suatu hari di tahun 2013 seorang wartawati penerima penghargaan nasional bergengsi diminta menceritakan pengalaman meliput untuk membuat laporan jurnalistik yang memenangkan award. Wartawati itu begitu antusias, dan semua yang hadir tak sabar ingin mendengar ceritanya

Setelah memperkenalkan diri dengan menyebut nama lengkap dan media tempatnya bekerja, wartawati itu mulai bercerita tentang pengalaman meliput kemiskinan di satu desa di Pulau Timor. Ia menyebut nama desa, profil masyarakat, kondisi pertanian, serta satu keluarga sebagai fokus liputan karena dianggap mewakili penderitaan masyarakat desa itu.

Wartawati itu bercerita sedemikian lancar. Namun saat cerita sampai pada makan siang, si wartawati menghentikan ceritanya untuk mengusap air mata yang menuruni kedua pipinya. “Keluarga itu mengajak kami makan siang,” kata wartawati itu. “Bukan nasi, tapi singkong rebus dengan ikan asin dan sayur. Keluarga itu tak mampu lagi membeli beras.”

Sebagian besar yang hadir larut dalam kesedihan yang dibangun sang wartawati, tapi tidak bagi seorang wartawan senior yang mantan pemimpin redaksi salah satu surat kabar di Jakarta. Wartawan senior itu berbisik ke rekan di sebelahnya; “Apa yang salah dengan makan singkong?”

Usai bercerita, wartawati itu menyediakan waktu untuk menjawab pertanyaan peserta. Saat itulah si wartawan senior memberi tanggapan soal makan singkong dan ketidak-mampuan membeli beras masyarakat Pulau Timor.

“Ini soal antropologi. Bagi masyarakat Pulau Timor, singkong adalah makanan pokok dan tradisi,” kata wartawan senior itu. “Jadi, kalau orang Pulau Timor makan singkong, itu bukan karena mereka tidak mampu beli beras.”

Sumber Energi Asli

Bersama jagung, singkong adalah pangan lokal non-beras yang telah lama dikonsumsi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama di Pulau Timor. Di Laku Tobe, misalnya, salah satu makanan khas masyarakat di desa-desa di wilayah itu adalah singkong yang dicampur kelapa dan gula merah.

Peduduk Manggarai punya Sombu, atau singkong yang dikeringkan dan dikukus dan dikonsumsi dengan cara dicampur jagung atau kacang-kacangan. Pemerintah NTT mengkampanyekan konsumsi singkong sebagai bentuk ketahanan pangan, dan mengurangi ketergantungan pada beras.

Namun, NTT bukan satu-satunya propinsi dengan masyarakat yang menjadikan singkong sebagai makanan pokok. Di Pulau Jawa, di tengah mayoritas penduduk pemakan beras, terdapat sejumlah wilayah dengan masyarakat yang menjadikan makan singong sebagai kearifan lokal.

Di Jawa Barat, misalnya, terdapat Kampung Adat Cireundeu di Cimahi, yang masyarakatnya mengkonsumsi rasi atau beras sigkong. Catatan pemerintah Hindia Belanda menyebutkan masyarakat Cireundeu mengkonsumsi rasi sebagai makanan utama sejak 1918. Penyebabnya adalah kekeringan panjang, yang membuat padi sulit tumbuh akibat sawah kekurangan pasokan air.

Di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, tradisi konsumsi tiwul — olahan singkong kering — sebagai makanan pokok bertahan sampai saat ini. Di sini, tiwul adalah simbol ketahanan pangan penduduk pedesaan, ketika sawah tadah hujan tak memberkan hasil panen yang cukup akibat kekeringan. Di Sumatera Selatan, khususnya di desa-desa di Komering, singkong juga sempat menjadi makanan pokok.

Ubi Jalar dan Talas

Selain singkong, ubi jalar juga menempati posisi penting bagi sebagian perut orang Indonesia. Di Papua dan sebagian Maluku, ubi jalar adalah bahan pangan lokal penting. Dalam tradisi bakar batu, misalnya, ubi jalar — bersama talas dan singkong — dibakar bersama daging babi, ayam, dan sayuran. Di Maluku, ubi jalar adalah panganan pokok selain sagu.

Di luar Papua dan Maluku, posisi ubi jalar di masyarakat Pulau Jawa relatif unik. Ubi jalar dianggap sebagai makanan alternatif penahan lapar yang sangat efektif karena kandungan serat tinggi dan karbohidrat kompleks. Ubi jalan membantu menstabilkan gula darah dan mendukung penurunan berat badan.

Dulu, sekitar tahun 1960-an dan 1970-an, penduduk pinggir Jakarta memberi ubi jalar — yang diolah sebagai penganan atau sekedar direbus — kepada anak-anak mereka yang akan berangkat ke sekolah. Cara ini cukup efektif. Orang tua tak perlu memberi uang jajan kepada anak-anak mereka. Anak-anak juga tidak akan merasa lapar selama jam sekolah.

Seperti singkong, ada stigma buruk tentang ubi jalar, yaitu makanan orang miskin. Namun, berbagai inovasi dan temuan-temuan baru di dunia kesehatan, membuat stigma itu perlahan lenyap. Kini, mengkonsumsi ubi jalar sangat dianjurkan kepada mereka yang menjalani program diet sehat.

Di Pulau Jawa, talas adalah camilan populer. Talas dikukus dan dikonsumsi bersama parutan kelapa, atau digoreng. Di Kepulauan Mentawai dan sebagian Papua, talas adalah makanan pokok di wilayah sulit menanam padi. Di sini, talas dikukus, direbus, digoreng, atau dipanggang, dan dimakan bersama lauk seperti ikan dan lainnya.

Seperti singkong dan ubi jalar, talas adalah sumber karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral, yang tinggi. Ketiganya adalah sumber energi asli Indonesia.

Back to top button